Jumat, 24 Juni 2016

PENAFSIRAN GEOMETRI PADA KODE SEMAPHORE

Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Namun kini yang umumnya digunakan adalah bendera, yang dinamakan bendera semaphore.
Pengiriman sandi melalui bendera semaphore ini menggunakan dua bendera, yang masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, namun yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, dimana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera. Pada awal abad ke 19, semaphore digunakan dalam komunikasi kelautan. Sejarah Semaphore merupakan salah satu bentuk isyarat menggunakan bendera yang lazim digunakan ketika perang sipil di Amerika Serikat. Ketika itu bendera yang digunakan berwarna putih dan oranye serta hanya terdiri dari satu bendera saja. Orang yang ditugaskan melakukan isyarat bendera ini biasanya berdiri di sebuah tempat yang tinggi atau di lantai yang tingginya sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah.
Semaphore Modern
Semaphore kini menggunakan dua bendera yang berbentuk persegi, yang akan digunakan oleh pengirim sinyal untuk melakukan posisi-posisi yang bisa diterjemahkan menjadi huruf dan angka. Sebenarnya warna bendera tergantung asal pesan itu dikirimkan, jika dikirimkan dari laut, maka benderanya berwarna merah dan oranye, jika dikirimkan dari darat maka bendera akan berwarna biru dan putih. Di Indonesia bendera yang biasa digunakan dalam kegiatan kepramukaan berwarna merah dan oranye. Namun sebenarnya warna bendera itu sendiri tidaklah terlalu penting, itu hanya merupakan pertanda agar pesan lebih mudah ditangkap.
Penggunaan Semaphore dalam Pramuka di Indonesia
Semaphore biasa diterapkan sebagai salah satu keahlian yang harus dikuasai oleh setiap dalam kegiatan pramuka. Biasanya kode semaphore ini diajarkan sejak dalam level pramuka siaga dan merupakan keterampilan yang dipraktikkan pada acara perkemahan.

Gambar 1. kode semaphore dan artinya
Sudut yang digunakan dalam kode semaphore pun merupakan sudut istimewa, karena secara praktis lebih mudah dipahami dan mudah dibedakan daripada sudut yang sembarang.

Gambar 2. sudut istimewa
dalam kode semaphore
Pembacaan kode semaphore mengikuti arah jarum jam dari sudut pandang pembaca. Sumbu putar berada di dua pergelangan tangan pemberi kode. Terdapat beberapa putaran dalam kode semaphore, antara lain:
Putaran pertama: A, B, C, D, E, F, G;
Putaran kedua: H, I, K, L, M, N (tanpa J);
Putaran ketiga: O, P, Q, R, S;
Putaran keempat: T, U, Y dan ‘annul‘;
Arti dari annul yaitu salah atau ulangi kara terakhir.
Putaran kelima: ‘numeric‘, J (atau ‘alphabetic‘), V;
Numeric ini memiliki arti memulai mengirim angka. Sedangkan  alphabetic kembali ke huruf.
Putaran keenam: W, X;
Putaran ketujuh: Z
Geometri berasal dari bahasa Yunani Kuno, geo yang mempunyai arti "bumi" dan metron sendiri mempunyai arti "pengukuran". Geometri adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan pertanyaan bentuk, ukuran, posisi relatif tokoh, dan sifat ruang. Geometri muncul secara independen di sejumlah budaya awal sebagai ilmu pengetahuan praktis tentang panjang, luas, dan volume, dengan unsur-unsur dari ilmu matematika formal yang muncul di Barat sedini Thales (abad 6 SM).
Travers dkk (1987:6) menyatakan bahwa: “Geometry is the study of the relationships among points, lines, angles, surfaces, and solids”. (Geometri adalah ilmu yang membahas tentang hubungan antara titik, garis, sudut, bidang dan bangun-bangun ruang).
Salah satu bahasan ilmu dalam Geometri adalah sudut. Bagaimana jadinya bila di dunia ini tidak ada unsur sudut, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua elemen yang ada di dunia ini terdapat sudur yang memebentuknya. Seperti bangunan-bangunan, bayangkan bila tidak memakai sudut mungkin semua rumah akan berbentuk setengah parabola. Bahkan dalam tubuh makhluk hidup pun memakai sudut sebagai salah satu pembentuknya, contohnya ketika manusia berjalan secara refleks kaki dan tangan akan membentuk sudut. Maka dari itu sudut merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan ini, tidak hanya dalam perhitungan matematika saja tetapi juga dalam kegiatan yang dilakukan setiap hari.
Lalu apa hubungan antara Geometri dengan Sempahore. Dalam essay yang berjudul “Penafsiran Geometri Pada Kode Semaphore” penulis akan mengulas sedikit pembahasan mengenai sudut yang ada pada kode (gerakan) Semaphore. Seperti yang telah dipaparkan bahwa sudut yang dipakai dalam kode smaphore ini merupakan sudut istimewa, karena secara praktis lebih mudah dipahami dan mudah dibedakan daripada sudut yang sembarang.
Jika kalian amati ada hal yang unik pada pola putaran di atas, yaitu terdapat pengecualian untuk beberapa huruf dalam satu kelompok, padahal huruf berurutan, sehingga timbul pola acak. Huruf-huruf tersebut yaitu huruf  J, V dan Y.  Mengikuti pola diatas, huruf J yang seharusnya berada pada kelompok putaran kedua, tetapi berada pada putaran kelima. Huruf V yang seharusnya berada pada kelompok putaran keempat, tetapi berada ada putaran kelima. Dan huruf  Y yang seharusnya berada pada kelompok putaran keenam, tetapi berada pada putaran keempat. Padahal jika mengikuti pengelompokkan pada keterangan akan menimbulkan putaran sudut yang lebih dekat.
Selain itu masih terdapat hal unik mengenai sudut dalam kode semaphore ini. Dalam tiap putaran kode semaphore ini hanya satu tangan yang bergerak sedangkan tangan yang lain diam diposisi sebagai titik acuan pergerakan kode semaphore. Jika kita mengurangkan sudut dari sisi tangan yang diam oleh yang bergerak akan menghasilkan pola angka yang unik. Lebih lanjut kurang lebih seperti berikut ini :
Putaran Pertama
270 – 225
= 45
(A)
270 – 180
= 90
(B)
270 – 135
= 135
(C)
270 – 90
= 180
(D)
270 – 45
= 225
(E)
270 – 0
= 270
(F)
270 – 315
= -45
(G)
Putaran Kedua
225 – 180
= 45
(H)
225 – 135
= 90
(I)
225 – 90
= 135
(K)
225 – 45
= 180
(L)
225 – 0 
= 225
(M)
225 – 315
= -90
(N)
Putaran Ketiga
180 – 135
= 45
(O)
180 – 90
= 90
(P)
180 – 45
= 135
(Q)
180 – 0
= 180
(R)
180 – 315
= -135
(S)
Putaran Keempat
135 – 90
= 45
(T)
135 – 45
= 90
(U)
135 – 0
= 135
(Y)
135 – 315
= -180
(Annul)
Putaran Kelima
90 – 45
= 45
(Numeric)
90 – 0
= 90
(J)
90 – 315
= -225
(V)
Putaran Keenam
45 – 0
= 45
(W)
45 – 315
= -180
(X)
Putaran Ketujuh
0 - 315
= -315
(Z)
Dari putaran pertama sampai putaran keempat dapat dilihat bahwa hasil dari pengurangan sudut-sudutnya menghasilkan pola angka yang berurutan. Pada putaran pertama, pengurangan sudut yang terakhir hasil angkanya kembali ke pengurangan sudut yang pertama tetapi menjadi negatif. Begitu juga pada putaran kedua, pengurangan sudut yang terakhir hasil angkanya kembali pada pengurangan yang kedua tetapi menjadi negatif dan hasil pengurangan kedua terakhir tidak ada. Untuk lebih jelasnya dapat di perhatikan.
Putaran
Ke-1
Ke-2
Ke-3
Ke-4
45
45
45
45
90
90
90
90
135
135
135
135
180
180
180
-180
225
225
-135

270
-90


-45




Entah hal ini merupakan suatu kesengajaan atau kebetulan, akan tetapi hal tersebut menjadikan sudut dalam kode sempahore ini menjadi lebih unik. Namun pada putaran kelima sampai putaran ketujuh hasil dari pengurangan tidak lagi berurutan seperti sebelumnya.
Untuk lebih lengkapnya mengenai sudut dalam gerakan (kode) Semaphore ini, pembaca dapat mengunduh aplikasi Geogebra secara gratis yang disediakan untuk pengguna android pada Google Play Store. Bagi pembaca yang tidak memakai Smartphone android juga dapat mengaksesnya pada situs www.geogebra.com dengan kunci pencarian “Sudut dalam Gerakan Semaphore”. Bagi pembaca yang memakai  Smartphone android setelah mengunduh aplikasi Geogebra anda juga harus mengunduh material Sudut dalam gerakan Semaphore tersebut.
Pengertian Geogebra sendiri adalah software matematika dinamis yang menggabungkan geometri, aljabar dan kalkulus. Dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran Matematika. Software ini dikembangkan untuk proses belajar mengajar matematika di sekolah oleh Markus Hohenwarter di Universitas Florida Atlantik. Di satu sisi Geogebra adalah sistem geometri dinamik. Kita dapat melakukan kontruksi dengan titik, vektor, ruas garis, garis, irisan kerucut, begitu juga dengan fungsi dan mengubah hasil konstruksi selanjutnya. Di sisi lain, persamaan dan koordinat dapat dimasukkan secara langsung. Jadi Geogebra memiliki kemampuan menangani variabel peubah untuk angka, vektor, titik, menemukan turunan dan integeral dari suatu fungsi dan menawarkan perintah-perintah seperti akar atau nilai ekstrim.

Gambar 3. Tampilan awal aplikasi Geogebra
Berikut merupakan tampilan dari material Sudut dalam Gerakan Semaphore pada aplikasi Geogebra


Kesimpulan dari apa  yang telah penulis sampaikan yaitu Matematika adalah ilmu yang sangat luas jangkauannya tidak hanya berkutat dengan angka, bahkan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari pun terdapat unsur matematika di dalamnya. Contohnya seperti sudut dalam kode Semaphore ini.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Semapur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar